Halo Semua! Di 'Baca-baca' kamu bisa baca-baca semua karangan originil milik saya sepuasnya yang kamu mau! Gratis, gak pakai bayar! Cuma, please don't be a SILENT READER ya ^^

Jumat, 25 Maret 2011

I Like You (ff-oneshot)

I Like You
Cast : Yoo Mi, Key, Minho
Genre : Romance


Yoo Mi POV

Pagi cerah yang mengejutkanku. Kutemukan sebuah boneka kelinci mungil yang sangat lucu di mejaku di kelas. Inikan kelinci di game japit hadiah itu! Aku sudah menginginkannya sejak dulu. Siapa yang menaruhnya di sini?
“Mungkin penggemarmu, Yoo Mi.” Kata seorang temanku.
“Penggemar??” Aneh, sejak kapan aku punya penggemar??




Bel berbunyi, tanda pelajaran telah usai, saatnya pulang!
“Yoo Mi, ada yang mencarimu.”
“Nuguya?” tanyaku pada teman yang memanggil tadi.
Lalu kulihat Minho sedang berdiri di depan pintu kelasku. Waeyo?
“Waeyo Minho oppa?” tanyaku heran.
“Aniya. Kamu suka cake kan? Aku tahu satu cafe di dekat si..”
Belum selesai Minho menjelaskan, aku sudah menyela duluan, “Mian Minho oppa, hari ini aku harus langsung pulang.”
“O. Gwaenchanna..” Minho tersenyum, namun rasa kecewa terpampang di wajahnya.
“Aku duluan.” Kataku cepat lalu meninggalkannya. Mian oppa.


Langkahku terhenti saat aku melihat Key di lapangan, tertawa riang dengan anak-anak yang lain sambil bermain bola. Aku sangat suka melihat tawanya yang seperti anak kecil itu. Pandanganku terpaku padanya sampai seseorang menyadarkanku.
“Yoo Mi? Katanya mau pulang?” gawat! Minho oppa. Bisa-bisa ketahuan kalau aku berbohong.
“O.. ne, ini juga mau pulang. Bye oppa!” jawabku lalu langsung melaju pergi, sebelum Minho oppa sempat berkata apa-apa.








Mataku rasanya masih tertutup. Sungguh! Aku masih sangat ngantuk untuk pergi ke sekolah. Tapi mendadak mataku menjadi segar saat kulihat Key di depanku.
“Au!” gara-gara asyik memerhatikan Key, kakiku malah tersandung batu. Sakit!
Key menoleh dan melihatku, kemudian pergi begitu saja.
Ya! Wae? Kenapa dia tidak menolongku? Malah pergi begitu saja! Jinjja!!
“Gwaenchanna?” mendadak Minho oppa muncul dan menolongku. Wajahnya tampak sangat khawatir.
“O. Gwaenchanna oppa.” Aku melepaskan tangannya dari bahuku. Aku tidak ingin Key melihatku dan oppa begini.
“Gurrae?” tanya Minho oppa.
“Ne. Oppa, aku harus buru-buru, hari ini giliran piket kelas.”
“E..”
“Bye oppa!” lagi-lagi, sebelum Minho oppa sempat berkata apa-apa, aku sudah pergi duluan.


Minho POV
“Aishh.. kenapa dia sepertinya selalu menghindariku?” aku menghela nafas panjang melihat sosok Yoo Mi pergi begitu saja.
‘Minho, kamu tidak boleh menyerah. Kamu harus tunjukkan perhatian yang lebih lagi padanya!’ pikirku dalam hati.
‘Yoo Mi, lihat saja, aku pasti akan mendapatkan hatimu!’



Key POV
“Au!”
 Suara itu mengagetkanku. Dan saat menoleh, kudapati Yoo Mi terjatuh. Aku berniat menolongnya, tapi Minho, cowok yang belakangan ini sering bersamanya datang. Ya sudahlah. Biar dia saja yang menolongnya.


Yoo Mi POV
Gerah sekali hari ini. Aku memencet tombol mesin penjual minuman otomatis.
“Ya! Kenapa tidak bisa keluar? aku kan sudah memasukkan uangnya!” kataku kesal sambil mengguncang-guncangkan mesin itu.
BRAK!
Mesin itu ditendang oleh seseorang dan minuman pun keluar.
Key!
“Eh.. gomapta..” kataku sedikit grogi. Baru sekali ini aku melihatnya dari dekat.
Tanpa berkata apa-apa Key pergi begitu saja. Mwo? Jinjja!




Minho POV
Aku melihat Key dan Yoo Mi, apa yang sedang mereka lakukan? Yoo Mi.. wajahnya memerah seperti itu. Jangan- jangan.. dia suka Key?


Yoo Mi POV
Kenapa dia cuek banget sih? Jinjja.
“Yoo Mi!”
Aish.. suara itu.. Minho oppa. Lagi!
“Oppa.” sapaku dengan senyum yang agak dipaksakan.
“Kamu suka makan sandwich kan? Nih.” Minho oppa menyodorkan sandwich yang biasa aku beli di kantin itu padaku. Kenapa dia tahu semua barang kesukaanku sih?
“A.. aku sudah makan kok oppa. Mian.” Aku mencoba menolak.



Minho POV
Lagi-lagi Yoo Mi menolak pemberianku. Wae??
“Yoo Mi.. kenapa kamu selalu menolak pemberianku?”
Pertanyaanku sepertinya susah dijawabnya.
“E.. anu.. itu oppa..”
“Kamu selalu cuek padaku.” Kataku pada Yoo Mi.
“Mian..”
“Yoo Mi, joahaeyo.”


Yoo Mi POV
Pernyataan oppa benar-benar membuatku kalang kabut! Padahal aku sudah berusaha bersikap cuek padanya! Tapi dia tetap nekat menyatakan perasaanya padaku!
“Oppa.. aku..”
“Wae? Kamu tidak menyukaiku?”
“Bukan begitu oppa..”
“Lalu?”
“Mian.. aku senang oppa menyukaiku. Tapi.. ada orang lain yang kusukai.” Akhirnya aku mengaku.
“Kalau begitu, boleh aku tahu siapa cowo beruntung itu?”
“Oppa.. aku..”
“Yoo Mi, jebal, kalau kamu memberitahuku, aku tidak akan mengejarmu lagi.”
“Baiklah kalau oppa terus memaksaku. Yang kusukai itu..” belum sempat kulanjutkan perkataanku, Key muncul begitu saja.
“Key..” aku langsung menutup mulutku saat menyadari apa yang kuucapkan.
Key hanya menatap cuek pada kami lalu pergi. Sepertinya dia mengerti kalau kami sedang membicarakan sesuatu yang pribadi. Lalu.. apa dia mendengar kata-kataku tadi?? Bagaimana ini??
“Jadi.. dia yang kamu sukai?” tanya Minho oppa.
Aku hanya bisa diam karena masih mengkhawatirkan apakah Key mendengar pembicaraan kami.
“Baiklah, aku mengerti. Selamat berjuang!” Minho oppa mengelus kepalaku lalu beranjak pergi.
“Oppa! Mian. Jeongmal Mianhae..”
Minho oppa hanya tersenyum menerima permintaan  maaf dariku. Maafkan aku oppa..




Key POV
‘Apa yang Yoo Mi katakan tadi? Dia.. Aishh!’ aku menggelengkan kepalaku.

Flashback

“Kyaa! Lihat, kelinci itu lucu banget deh.” Teriak seorang gadis manis di depan mesin game japit hadiah itu. Setahuku, namanya Yoo Mi.
“Cewek-cewek memang suka berisik!” kata temanku.
“Menurutku lucu.”
“Mwo? Apanya?”
“Aniya.” Kataku sambil tersenyum dan beranjak pergi.




“Mwo? Kamu habisin duit berapa buat kelinci ginian? Kamu kan paling payah main game itu!” kata temanku melihatku memegang boneka kelinci kecil.
“Berisik!”


Flashback end

Semua perkataannya, penolakannya terhadap Minho, apa itu.. karena aku? Gurrae?
Kalau dia memang menyukaiku, berarti perasaanku pasti diterima.
Lalu kelinci yang kutaruh di mejanya.. apakah dia masih menyimpannya?





Yoo Mi POV
Hari ini aku membawa kelinci itu untuk dikembalikan pada Minho oppa. Aku telah menyakiti hatinya. Aku tidak pantas menerima ini.
Di tengah perjalanan menuju kelas oppa, aku bertemu Key dan teman-temannya.
“Ya! Kelinci ini!” salah seorang temannya merebut kelinci itu dari tanganku, “Ini kan kelinci yang kamu ambil dengan susah payah di game itu!”
Perkataan teman Key membuatku sungguh sangat amat terkejut.
“Jadi kamu berikan pada cewek ini Key?” kata temannya yang lain.
Wajah Key merona merah dan ia menutupi mulutnya.
Key terlihat sangat malu.
“Key.. jadi kamu yang menaruh boneka ini di mejaku?”
Key hanya mengangguk kecil dengan wajah yang makin memerah.
“Jadi kamu..”

Teman Key melirik Key, lalu berseru, “Tentu saja suka sama kamu Yoo Mi!”







END







Hihi. RCL ya chingu  :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar